Keramat Sekusor: Matrik Resiko, Konservasi Serta Nilai Penting - Warta Kayong

Breaking

Jumat, 26 Juni 2026

Keramat Sekusor: Matrik Resiko, Konservasi Serta Nilai Penting

Infografis Digital: Situs Keramat Sekusor
LAPORAN PENELITIAN 2026

Sekusor: Poros Strategis Matan

Analisis multidimensi terhadap situs pusat kekuasaan Islam-Melayu abad ke-17. Menghubungkan temuan fisik arkeologis dengan dinamika geopolitik Nusantara dalam catatan VOC 1698.

4
Zona Utama
1698
Tahun Konflik
85%
Resiko Fisik

Filosofi Tata Ruang

"Sultan Muhammad Zainuddin menerapkan sistem 'Dua Poros'—Sekusor sebagai benteng pertahanan hulu yang sakral, dan Sukadana sebagai emporium ekonomi pesisir."

📜

Sumber Utama

Dagregister Batavia (1 Oktober 1698)

Eksplorasi Arkeologi Spasial

Survei permukaan mengidentifikasi empat klaster utama yang menunjukkan pemisahan antara area sakral (makam) dan profan (permukiman).

Distribusi Material Nisan (%)

Dominasi batu andesit/karang menunjukkan pengaruh gaya makam Bugis-Makassar dan Tumasik.

Zona A: Kompleks Sultan

Temuan Nisan Tipe Gada berbahan batu andesit/karang berukir. Koordinat: 1° 0' 35.44" S, 110° 8' 50.41" E.

Zona B: Makam Ratu

Nisan Pipih gaya Tumasik Singapura. Terletak di atas talud pasir buatan (batur).

Zona C: Kerabat Kerajaan

Sebaran nisan kayu Ulin (Belian) kuno. Kondisi kritis akibat pelapukan alami.

Zona D: Permukiman Profan

Fragmen gerabah dan piring keramik. Bukti adanya aktivitas domestik di sekitar sungai.

Geopolitik 1698: Sengketa Intan & Kekuasaan

Manuskrip Dagregister Batavia mengungkapkan ketegangan segitiga antara Banten, Sukadana (Matan), dan VOC terkait kontrol wilayah Landak.

1

Blokade Hulu Sekusor

Sultan Zainuddin menempatkan pasukan di hulu sungai untuk memutus akses Banten terhadap komoditas berharga.

2

Ambisi Monopoli VOC

VOC memanfaatkan sengketa ini untuk memaksa pembukaan pelabuhan bebas cukai di Landak.

Peta Hubungan Dinastik

MATAN (SEKUSOR)
MEMPAWAH
(Opu Daeng Manambon)
PONTIANAK
(Syarif Abdulrahman)
KUTARINGIN
(Relasi Darah)

Visualisasi relasi Matan sebagai entitas induk bagi kerajaan-kerajaan besar di Kalimantan Barat.

Matriks Risiko & Konservasi

Ancaman nyata terhadap integritas situs akibat aktivitas antropogenik dan kurangnya perlindungan hukum.

Tingkat Ancaman Berdasarkan Sumber

Data menunjukkan ekspansi sawit (75%) dan penimbunan sungai (90%) sebagai ancaman paling destruktif bagi situs.

Tindakan Darurat

  • Legalitas Cagar Budaya: Penerbitan SK Bupati/Gubernur segera.

  • 🛡️

    Enclave Lahan: Mediasi pembebasan 10,1 Ha dari HGU Perusahaan Sawit.

  • 🔨

    Restorasi Fisik: Penyelamatan nisan ulin yang tertimbun akar pohon.

  • 📍

    Zonasi Inti: Pemasangan patok batas fisik di 4 zona temuan.

DOKUMEN ANALISIS DIGITAL SEKUSOR v1.0

Berdasarkan Laporan Penelitian Arkeologi & Sejarah 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar